Raih Kemenangan Bersama Kami di MARIO4D | BONUS NEW MEMBER 10% | Bonus Cashback Sportbook dan Sabung Ayam 15% | Bonus Refferal 2% | Bonus 2 Minggu Sekali.!!!| Bonus Rollingan 0,8% CASINO | Bonus Rollingan Poker 0.3% | Bonus Rollingan Sport 0.3% | Bonus Rollingan Sabung Ayam 0.3% | Diskon Togel Terbesar 66% | MIN DEPOSIT HANYA 50RB!| BBM : DDE3B370 | LINE : mario4d | WA : +855 96 615 8985

(UEFA ) City Ditumbangkan Lyon, Arteta Tak Mau Beralasan / Kamis 20 September 2018, 12:29 WIB



Manchester City secara mengejutkan tumbang di kandang sendiri usai ditekuk Lyon 1-2. Asisten manajer City Mikel Arteta mengakui timnya memang tak cukup bagus.

City mengadapi Lyon di Etihad, Kamis (20/9/2018) dinihari WIB. Arteta mengambil tempat manajer City Josep Guardiola, yang menjalani hukuman skorsing sehingga mesti menyaksikan pertandingan dari tribune stadion.

Meski lebih diunggulkan, City justru memulai dengan buruk. Lyon berhasil unggul dua gol lebih dahulu berkat gol-gol Maxwel Gnaly Cornet dan Nabil Fekir di babak pertama. Satu-satunya gol balasan tim tuan rumah dicetak Bernardo Silva di babak kedua.

Hasil ini menciptakan sebuah rekor buruk bagi City. Si Biru Langit menjadi tim Inggris pertama yang kalah di empat pertandingan beruntun Liga Champions. Selain itu, laju tidak terkalahkan City di sepanjang musim ini pun turut terhenti setelah meraih lima kemenangan dan sekali seri dalam tujuh laga.

Arteta tidak akan menyalahkan kekalahan ini karena tidak ada Guardiola di pinggir lapangan. Demikian pula dengan lesunya atmosfer di stadion.

"Saya tidak tahu. Kenyataannya Pep tidak di sini dan kami kalah. Kalaupun Pep ada di pinggir lapangan saya juga tidak bisa memastikan apakah kami akan menang 5-0 atau kalah 0-3," Arteta mengungkapkan di BBC Sport.

"Kami memulai dengan lambat dan tidak konsisten. Kami kalah dalam banyak duel dan di level ini Anda membayar karena itu. Di level seperti ini, kami tidak cukup bagus."

"Kami terbiasa dengan tipe penonton seperti ini di Liga Champions sebelumnya dan kami bisa menang kok. Kalau Anda (media) bertanya bagaimana skenario idealnya, tentu memiliki stadion yang selalu penuh setiap pertandingan, orang-orang mendukung tim dan berada di belakang tim seperti orang-orang gila. Tapi saya kira itu tidak seharusnya menjadi alasan atas hasilnya."

No comments

Theme images by jusant. Powered by Blogger.