Raih Kemenangan Bersama Kami di MARIO4D | BONUS NEW MEMBER 10% | Bonus Cashback Sportbook dan Sabung Ayam 15% | Bonus Refferal 2% | Bonus 2 Minggu Sekali.!!!| Bonus Rollingan 0,8% CASINO | Bonus Rollingan Poker 0.3% | Bonus Rollingan Sport 0.3% | Bonus Rollingan Sabung Ayam 0.3% | Diskon Togel Terbesar 66% | MIN DEPOSIT HANYA 50RB!| BBM : DDE3B370 | LINE : mario4d | WA : +855 96 615 8985

Polisi Periksa Para Pelaku Pengeroyokan Siswa SMP di Pekalongan


Mario4d - Polres Pekalongan hari ini memeriksa 5 dari 7 siswa SMP NU Pajomblangan, Pekalongan, yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan AM, adik kelas mereka. Mereka diperiksa di ruangan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Pekalongan.

Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan, mengatakan sebelumnya pihaknya telah melakukan pemeriksaan pada saksi korban dan keluarga korban. "Hari ini dilanjutkan pemeriksaan para pelaku dan tentunya kita periksa dulu secara personal dulu dengan berpedomanan pada UU Perlindungan Anak dan KUHP," kata Wawan, Senin (4/2/2019).

Untuk langkah-langkah selanjutnya, Wawan tengah menungu hasil dari pemeriksaan para saksi pelaku ini. "Mudah-mudahan akan ditemui langkah terbaik untuk kedua belah pihak. Ya ini semuanya dari pihak keluarga korban dan para pelaku kita musyawarahkan namun Polri tetap bekerja sesuai dengan SOP," tambahnya.

Namun demikian bila ada temuan hasil yang lebih baik dari kedua belah pihak, pihaknya menjamin akan menyelesaikan kasus ini dengan lebih lebih baik.

Ditambahkan kapolres, untuk saksi pelaku berjumlah tujuh anak. "Sementara masih 7 dari laporan korban. Kebetulan hari ini juga yang membuat video dan menyebar akan diperiksa," kata Wawan sembari mengatakan bahwa 2 saksi pelaku lainnya juga akan diperiksa berikutnya.

Sementara itu, Roni, salah satu orang tua pelaku, mengatakan sebelumnya kasus pengeroyokan para kakak kelas terhadap seorang siswa SMP itu ingin diselesaikan secara di luar jalur hukum.

"Persoalan ini sebetunya sudah diselesaikan tanggal 20 (Januari). Cuman kok ada tindak lanjut lagi akhirnya berubah masalah lagi," katanya kepada wartawan saat menunggui pemeriksaan anaknya di depan ruang pemeriksaan UPPA Satreskrim Polres Pekalongan.

Roni menambahakan awalnya persoalan telah dianggap selesai, namun saat membuat kesepakatan itu tidak ada catatab tertulis. "Sebelumnya kesepaktan Rp 1 juta (untuk pengobatan korban). Karena tidak ada kesepakatan tertulis, keluarga korban meminta Rp 5 juta untuk setiap pelaku," jelasnya.

Roni selaku perwakilan orang tua para pelaku berharap ada penyelesaian yang lebih baik."Karena ini masih anak-anak dan masih butuh bimbingan dari sekolah dan orang tua," imbuhnya.

SITUS BETTING ONLINE ( JUDI ONLINE ) TERBAIK SE - ASIA


No comments

Theme images by jusant. Powered by Blogger.